free tracking

In the Loop (2009)

Dua kepala negara dari “negara kuat” AS (Amerika Serikat) dan Inggris, ingin segera menyerang negara di kawasan Timur Tengah (haha, situasi yang hampir sama dengan invasi Irak di tahun 2003). Namun tidak semua pihak di kedua negara setuju bahwa perang adalah jalan terbaik. Termasuk Menlu (Menteri Luar Negeri) Inggris untuk pembangunan internasional, Simon Foster. Sementara di AS pun ada pihak dalam pemerintahan yang menolak perang, antara lain Jenderal George Miller dan asisten urusan diplomasi, Karen Clarke. Secara tidak sengaja dalam suatu wawancara, menlu Simon Foster memberi pernyataan bahwa peluang perang “sulit diprediksi”. Sontak, beragam reaksi bermunculan dan keadaan menjadi kacau.

Menjelang pengesahan resolusi disetujui atau tidak perang di markas besar PBB, New York, segala cara dilakukan pihak pro-perang demi mewujudkan tujuan mereka untuk menyerang negara di Timur Tengah itu. Termasuk dengan meng-edit secara asal-asalan dokumen yang berasal dari seorang intelijen fiktif. Bayangkan, nama saramannya saja The Iceman (seperti nama superhero). Situasi semakin memanas dan konflik pun tak terhindarkan.

Related videos

Leave a Comment